22 Desember 2016

Sekilas Tentang Cara Kerja Klakson Telolet

Sponsored
bus-telolet
Istilah 'om telolet om' saat ini menjadi topik terhangat di dunia maya.  Mengutip dari situs BBC.com hingga artikel ini ditulis, 'om telolet om' sudah disebut 445.000 kali di Twitter (menjadi salah satu topik populer dunia) dan juga disinggung lebih dari 80.000 kali di Facebook. Istilah tersebut dikaitkan dengan segelintir orang dewasa bahkan anak-anak yang sengaja menunggu bus angkutan tertentu lewat kemudian mereka meminta kepada sang sopir untuk membunyikan bunyi unik klakson dengan nada Telolet.

Bahkan ada komentar asing yang menyambut positif fenomena tersebut dengan menulis komentar "Indonesia giving the world the best meme to close 2016 in the best possible way. OM TELOLET OM" (Indonesia memberikan meme terbaik untuk menutup tahun 2016 dengan cara yang paling keren. OM TELOLET OM!)

Tidak ada tujuan khusus dari aksi 'Om telolet om' tersebut, mungkin karena bunyi nada klakson yang unik itu maka sebagian orang menganggapnya hanya sebagai hiburan semata. Lantas secara teknologi bagaimana sih cara kerja klakson telolet tersebut? Berikut ulasannya.

Bunyi klakson dapat dihasilkan dari 2 macam tipe, yaitu tipe udara (air horn) dan tipe elektronik. Pada tipe udara, bunyi dihasilkan dari hembusan angin yang disimpan dalam tabung bertekanan.
klakson-telolet-udara
Sedangkan pada tipe elektronik dihasilkan dari getaran magnet elektronik yang terjadi saat dialiri dengan arus listrik. Cara kerjanya boleh dikatakan hampir sama dengan speaker pengeras suara. Saat ini kedua tipe klakson tersebut sudah dapat menghasilkan bunyi telolet.
klakson-telolet-elektronik

Umumnya pada klakson biasa hanya memiliki 1 atau 2 corong saja, namun pada klakson telolet jumlah corong dapat bertambah menjadi 3 bahkan ada yang 6 corong. Hal ini dilakukan untuk menambah variasi bunyi telolet. Dimana setiap corong telah diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan bunyi yang berbeda-beda, bisa dari rendah ke tinggi atau pun sebaliknya. Pada dasarnya konsep bunyi telolet tersebut hampir sama seperti nada dering yang pernah kita jumpai pada ponsel monophonic lama dan saat kita memainkan piano.

Sebagai contoh agar lebih mudah dipahami, jika kita menggunakan tangga nada:
  1. Corong 1 menghasilkan bunyi DO
  2. Corong 2 menghasilkan bunyi RE
  3. Corong 3 menghasilkan bunyi MI
  4. Corong 4 menghasilkan bunyi FA
  5. Corong 5 menghasilkan bunyi SOL
  6. Corong 6 menghasilkan bunyi LA
Bunyi corong 1 s/d 6 tersebut diacak secara bergantian oleh alat yang dinamakan modul relay sehingga menghasilkan bunyi yang kita sebut dengan telolet.

Begitulah kira-kira sekilas ulasan LinTekSi tentang cara kerja klakson telolet yang sedang nge-trend saat ini. Mohon ditambah jika ada yang dirasa kurang dan diperbaiki jika ada kesalahan. Semoga bermanfaat.
photo of Safruz Zamal Safruz Zamal - Saffroel Jamal
LinTekSi
Lhoksukon Aceh Indonesia
Desember 22, 2016 Desember 22, 2016

0 Komentar:

Posting Komentar